Kamis, 25 Agustus 2011

Catatan kecil, Gadis penjual Es Kucir

aku berjalan, ke arah lampu merah diujung jalan itu
Terasa beda, karena kali ini hujan turun deras
Kakiku yang tanpa alas menginjak aspal yang basah
Terasa beda, karena biasanya panas yang kurasakan

Beberapa remaja dan anak-anak di rumah rumah yang kulewati terlihat gembira
Mereka gembira karena akhirnya hari ini hujan turun
Menghancurkan sisa-sisa pertahanan dari panas matahari yang menyengat
Beberapa bahkan berhujan-hujanan dengan senyum, dan sikap apatisme tak tertutupi

Hujan, itu berarti aku harus kehilangan pundi-pundiku hari ini
Hujan, yang berarti aku tak mempunyai uang saku untuk besok ke sekolah
Ahh, kenapa aku memikirkan uang saku
Biaya sekolahku saja tak jelas mesti kugantungkan dimana
Mereka, orang-orang itu..
Pernahkah sejenak mereka membayangkan menjadi aku?
Tidak, pernahkah mereka memikirkan bagaimana aku?

yang terjadi pastilah kebalikannya
Aku yang selalu membayangkan menjadi mereka
Aku yang selalu memikirkan betapa bahagianya hidup mereka
Karena aku, hanyalah seorang gadis kecil,
Yang menggantungkan hidupnya pada berbungkus-bungkus es kucir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar